Detail Berita

SMAN Kapan Gelar Upacara HUT ke-80 PGRI dan HGN 2025, Kepala Sekolah Sampaikan Pesan Penguatan Profesi Guru

Jumat, 28 November 2025 12:24 WIB
2 |   -

_Kapan, NTT – SMA Negeri Kapan menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN) 2025. Upacara berlangsung khidmat di halaman sekolah, diikuti oleh seluruh guru, pegawai, dan peserta didik.

Kepala SMAN Kapan, Nonsi Serain,S.Pd membuka kegiatan dengan ucapan syukur atas terselenggaranya upacara tersebut. Ia menegaskan bahwa peringatan HUT PGRI bukan hanya seremonial, tetapi momentum mengenang perjuangan para pendiri organisasi sejak tahun 1945.

“PGRI adalah rumah besar bagi seluruh guru. Dari sini kita belajar bahwa persatuan, pengabdian, dan martabat profesi harus terus dijaga,” ujarnya.

Guru Hebat, Indonesia Kuat

Mengutip tema nasional “Guru Hebat, Indonesia Kuat”, Kepala Sekolah menekankan bahwa kualitas generasi muda sangat bergantung pada keteladanan pendidik. “Jika guru hebat, maka anak-anak juga hebat. Di rumah, orang tua menguatkan pendidikan; di sekolah, guru mencetak generasi yang bermartabat,” katanya.

Pada kesempatan itu, seluruh petugas upacara berasal dari jajaran guru dan pegawai tata usaha sebagai bentuk penghargaan terhadap peran mereka. “Biasanya guru melatih siswa tampil hebat. Hari ini guru menunjukkan bahwa mereka juga hebat,” tambahnya.

Tantangan Pendidikan di Era Digital

Dalam penyampaian poin sambutan Ketua Umum PGRI, Kepala Sekolah menyoroti berbagai tantangan dunia pendidikan modern, di antaranya perkembangan teknologi, kecerdasan buatan, serta transformasi digital yang menuntut guru terus beradaptasi.

“Guru harus kreatif, inspiratif, dan terbuka terhadap perubahan. Pembelajaran tidak boleh berhenti pada cara lama,” tegasnya.

Isu Kesejahteraan dan Perlindungan Guru

PGRI juga menyoroti masih adanya kasus kekerasan dan kriminalisasi guru, serta lemahnya perlindungan hukum bagi pendidik. Organisasi meminta agar pemerintah dan DPR memperjelas perlindungan profesi dalam peraturan perundang-undangan.

Selain itu, PGRI mendorong keberlanjutan kebijakan terkait ASN, PPPK, serta penataan tenaga honorer demi meningkatkan kesejahteraan guru.

Ajakan Menjaga Etika dan Persatuan

Melalui pesan Ketua Umum PGRI, guru diimbau untuk tetap menjaga integritas, etika profesi, serta terus memupuk persatuan di lingkungan pendidikan. Guru juga didorong untuk menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masa depan bangsa.

Guru sebagai Penerang Bangsa

Kepala SMAN Kapan menutup sambutan dengan ucapan terima kasih kepada seluruh tenaga pendidik yang telah mengabdikan diri tanpa kenal lelah. “Semoga pengabdian Bapak dan Ibu guru menjadi penerang bagi bangsa dan bernilai ibadah,” tutupnya.


---


Komentar

×
Berhasil membuat Komentar
×
Komentar anda masih dalam tahap moderator
1000
Karakter tersisa
Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini