UPACARA BENDERA: MENUMBUHKAN DISIPLIN, KARAKTER, DAN SEMANGAT MENGABDI

SMA Negeri Kapan, 5 Oktober 2026 — Upacara bendera dilaksanakan dengan penuh khidmat dan tertib oleh seluruh warga sekolah. Kegiatan diikuti oleh peserta didik, Bapak/Ibu Guru, serta tenaga kependidikan SMA Negeri Kapan.
Bertindak sebagai Pembina Upacara, Bapak Melkior Neno, S.Pd. Dalam amanatnya, beliau mengajak seluruh warga sekolah untuk senantiasa memanjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas kesempatan untuk melaksanakan upacara bendera.
Bapak Melkior Neno, S.Pd. menyampaikan bahwa upacara bendera bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi merupakan bentuk penghormatan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia sekaligus penghargaan kepada para pahlawan yang telah mengorbankan darah, jiwa, dan raga demi kemerdekaan bangsa Indonesia.
Semangat pengorbanan para pahlawan hendaknya menjadi teladan bagi generasi muda. Sebagai siswa, bentuk perjuangan yang dapat dilakukan adalah dengan belajar dengan tekun, menjaga karakter, menaati aturan, dan berusaha meraih prestasi. Sementara itu, guru dan tenaga kependidikan diharapkan melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan penuh dedikasi sesuai amanah yang diberikan oleh lembaga pendidikan.
Dalam kesempatan tersebut, Pembina Upacara memberikan apresiasi kepada kelas XIII yang telah mempersiapkan dan melaksanakan tugas upacara dengan baik, mulai dari pemimpin upacara, pembaca teks Undang-Undang Dasar, hingga petugas pengibar bendera. Keberhasilan pelaksanaan tugas tersebut merupakan hasil dari latihan dan kedisiplinan.
Lebih lanjut, Bapak Melkior Neno, S.Pd. menegaskan bahwa disiplin merupakan salah satu kunci keberhasilan. Disiplin harus diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan, seperti datang dan pulang tepat waktu, berpakaian sesuai aturan, mengikuti pembelajaran dengan tertib, serta menaati tata tertib sekolah.
Para siswa juga diingatkan untuk menjauhi berbagai bentuk perkelahian dan tawuran, baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah. Penggunaan HP hendaknya dilakukan secara bijaksana dan bertanggung jawab sehingga dapat mendukung proses belajar, bukan mengganggu kewajiban sebagai pelajar.
Selain itu, seluruh warga sekolah diajak untuk menjaga kerukunan antarumat beragama, menghargai sesama, menjaga persatuan, serta membangun hubungan yang baik di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Mengutip pesan dalam Yohanes 15:16, bahwa manusia dipanggil, dipilih, diutus, dan ditetapkan untuk menghasilkan buah. Pesan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh warga sekolah agar menghasilkan buah melalui tindakan nyata. Bagi siswa, hal itu diwujudkan melalui semangat belajar, karakter yang baik, menghormati orang tua dan guru, serta menjaga nama baik sekolah.
Sementara bagi Bapak/Ibu Guru dan tenaga kependidikan, menghasilkan buah diwujudkan melalui pelaksanaan tugas dengan penuh tanggung jawab, keteladanan, dan pengabdian dalam mendidik serta membimbing generasi penerus bangsa.
Upacara ditutup dengan pesan agar seluruh warga sekolah tetap berdiri teguh dalam menjalankan tanggung jawab, berani dalam kebenaran, menjunjung tinggi kejujuran, dan terus menjaga disiplin dalam setiap aktivitas.
Selamat beraktivitas. Tuhan memberkati kita semua.
Om Santih, Santih, Santih Om.
Namo Buddhaya.
Salam Kebajikan.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Jurnalis_SMANKAPAN📖🖋
Komentar
Jadilah yang pertama berkomentar di sini